Senin, 22 Februari 2016

"DOSEN" Rangkap Tiga

assalamualaikum.
bismillah
sebelumnya aku mau nanya nih, apa yang kelen bayangkan tentang dosen, Kaprodi, dan Dekan?
pasti kalau dosen yang mengajarkan salah satu mata kuliah di kampus sebanyak 30% teori, kalau kaprodi itu kepala program studi perfakultas ataupun jurusan, dan kalau dekan yang mengurus administrasi mahasiswa perjurusan kyk KHS KRS dll.
nah gimana kalau tiga bagian itu di jadikan satu, apa yang terbayang sama kalian?? "wayooo"
Nah itu lah yang sedang kami alami saat ini, sebenarnya siih dari awal semester satu yang lalau. ini cerita tentang dekan kami, yaps!! tak harus ku sebutkan siapa dan di mana "bukan tele kuis ini"
 Jadi awal cerita pas pertama kali masuk ke kelas mata kuliah beliau, di lima menit pertama semua terasa garing karean yang kami temukan seorang pengajar yang perdiri di samping tampilan layar proyektor sambil melihat ke atas dan memainkan flash disk mirip ayunan yang di tangkap, "blablablabla" yaa cuma itu yang aku ingat, dan di lima menit terakhir "ya.. tugas untuk kalian minggu depan" ya Allah horor kali ku rasa, padahal tugas pertama, tapi ya cemana lagi lah kan. dan itu berlanjut sampai semester saat ini "jangan ditanya sekarang udah semester berapa"
 jadi , kenapa aku bilang "DOSEN" Rangkap tiga....
ya karena beliau saat ini adalah seorang dekan yang merangkap menjadi kaprodi dan juga dosen di beberapa mata kuliah, setelah kaprodi sebelumnya "resign" karena harus menyelesaikan pendidikan S2 nya *seeh bapak...
dan ya mau tak mau selama bapak tuu sudah tak aktif lagi di kampus, semuanya memang harus berjalan dengan sempurna sesempurna mungkin PAHAM??
hadir selambat-lambatnya lima menit sebelum kelas di mulai, setiap mata kuliah minimal ada 2 buku referensi milik pribadi supaya ketika nyusun nanti sudah ada persiapan alias nggak keter "padahal cuma 5x pertemuan"
yaah memang benar semua itu membuat kebiasaan yang sangat baik, tapi ingat lah, setiap peraturan pasti ada "tapi" di baliknya.
iya serius.yah bukan maksud hati untuk membuli t, tapi izin kan lah daku mencurahkan isi hati"es macam dangdut"
jadi beliau tu punya rasa percaya diri yang tinggi *aku salut hal itu, tapi... di balik rasa percay diri yang tinggi terdapat rasa "angkuh" yang agak begimana, contoh kasus ketika kampus akan mengadakan kegiatan seminar di kampus dan kebetulan beliau salah satu pengisi materi, dan halhasil aku di tunjuk sbg panitia dokumentasi, yang sudah pasti sejak H-10 kami bagaikan tanah pada pot bunga, aku tanah nya si beliau potnya, 'paham kelenkan tanah di pot itu cemana" ramah dan senyum selalu menjadi pemandangan yang indah dan agak apa kali "kalo kata bang faisal fadh nst" pada saat itu.
yaah sebenarnya bukan pas kegiatan itu aja siih, bnyak lagi sebenarnya, kayak FD ku yang sering di tagih semenjak spanduk untuk kegiatan natal di kampus, meskipun agak sedikit kurang mengerti aku kenapa harus FD ku??
cak lah apah kan, macam ada apah kali di FD ku itu kayaknya. iih cukup buku "materi pengajaran" ku ajalah yang sampe sekarang belum di pulanginya, jangan yang lain lain lagi, ntah pun buku itu udah nggak kyk baru lagi, mungkin smpulnya udah sedikit cobel atau tertekuk atau ada halamn yang terobek, bekas coretan,, yassalam kok sedih kali ku bayangkan buku ku itu, -_-

tapi yaah meskipun begitu aku salut juga sama beliau, di samping dia sering mengesalakn hati, dia itu adalah salah satu wonder mom  yang ada di belahan kota Medan. dia mempunyai anak yang lucu, suami yang cerdas, dan banyak prestasi yang beliau dapatkan di bidang komunikasi, selain itu dia juga jago di bidang pemasaran, atauyang lebih enak di bilang jualan.
iya, dia jago masak beraneka makanan, meskipun dia mengaku kurang pernah mencicipi makanan yang dia masak kecuali memang darurat *untuk di jual.

dan aku juga sangat bangga menjadi wanita, karena aku berada di antara wanita inspirasi seperti beliau, dapat menjadi ibu yang baik untuk anaknya, istri yang cerdas untuk suami dan rumah tangga, serta dosen yang sangat aktif dan teliti.

so hoe about your teach ??
 

0 komentar:

Posting Komentar