Tampilkan postingan dengan label argumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label argumen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2016

oh my social media II (Tentang Hukum Dan Kasus KITA)

sumber : http://blog.unnes.ac.id


Indonesia adalah negara demokrasi, Indonesia adalah negara hukum, Indonesia adalah negara dengan banyak ragam, Indonesia adalah negara yang kaya, Indonesia adalah negara yang tanah nya subur, dan Indonesia adalah negara yang selama 71 tahun hidup berdampingan.

Tapi sebagai negara hukum, banyak hukum di Indonesia ini yang masih di pertanyakan, banyak hukum yang harus di tegakkan. Namun hukum Indonesia ini juga sering terpropokasi oleh media, media yang berpihak pada satu sumber media yang berpihak pada pemilik modal. Sebagai sarana sumber informasi "terpercaya" media sering di jadikan ajuan dan sarana untuk memberitakan banyak peristiwa baik lokal dan internasional, di sini peran masyarakat bukan hanya menerima apa yang di beritakan, tapi menyaring informasi yang di beritakan.
Menurut saya pribadi, kasus kasus hukum pidana di Indonesia kebanyakan kasus yang di tiru, masyarakat yang di jatuhkan hukum pidana kebanyakan kasus yang bisa di bilang musiman.
Contoh : kasus begal, akhir tahun 2013 kasus pembegalan terjadi marak di daerah ibu kota, pembegalan di lakukan sekelompok orang bermotor yang merampas barang bahkan membunuh korban langsung di tempat, tak lama setelah itu kasus ini marak terjadi hampir di seluruh bagian Indonesia setelah media menaikkan berita kasus ini bahkan rekonstruksi adegan nya pun juga di publis, di sini masyarakat yang kurang mengerti perannya sabagai komunikan atau yang menerima informasi itu mereka dapat dengan mudah mempelajari hal itu. Gelap mata, ya bisa di bilang seperti itu. Bahkan banyak lagi kasus hukum pidana yang menjadi kasus musiman, pencabulan anak di bawah umur, penculikan, prostitusi, bullying, perampokan,pembunuhan, transaksi gelap, pemalsuan, korupsi, penistaan agama, kecurangan politik dan banyak lagi.
Yang saya heran kan di sini, kenapa media lebih sering memberitakan yang seperti itu di bandingkan sisi manfaat positif di Indonesia. apa karena pemberitaan itu lebih laris?? dan kenapa masyarakat hanya sedikit meniru dan menerima informasi yang banyak mengandung inspirasi.

contoh lagi kasus yang lagi panas sekarang tentang salah satu tokoh Indonesia yang bisa di bilang bukan mencerminkan tokoh Indonesia yang baik dan mengerti aturan hukum di Indonesia.
Ini bukan tentang politik atau keberpihakan pada satu pihak, tapi ini tentang hukum Indonesia yang benar harus di sama ratakan tanpa melihat status sosial dan ini tentang agama yang hidup di negara hukum. Seperti yang saya bilang di awal tadi Indonesia ini kasus nya itu MUSIMAN. Masa iya, karena pemberitaan tentang penistaan agama yang nggak di hukum sepantasnya dengan undang-undang di Indonesia akan ada kasus penistaan2 agama lainnya di INDONESIA ini, kan nggak lucu. kalau ada yang menyimpulkan ini untuk kepentingan polotik atau kepentingan pribadi berarti dia SALAH dan belum mengerti kasus hukum Indonesia yg sifatnya musiman. emang udah siap agamanya di "kata-katain". Di sini laa toleransi itu di pertanyakan, di mana dia?. Hukum itu mau di kemanakan? Undang- undang itu mau di tegaskan atau tidak?.

Aku Muslim. Islam itu damai, dan tegas, mencari dan membela yang benar dan setiap ajaran pun juga mengajarkan hal yang sama.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Ali Imran: 104)

Sahabat pembaca, hari ini 4 November 2016 umat Islam Indonesia menyuarakan Bela Quran, semoga setelah hari ini akan banyak lagi umat Islam yang bukan hanya membela, tetapi juga menyuarakan Al-Quran. Semakin banyak toleransi antar umat beragama, dan penegakan hukum yang adil di tanah pertiwi kita. 


ALLAHUAKBAR!!!

Minggu, 16 Oktober 2016

Oh My Social Media

Di Indonesia soial media di kenal pada awal tahun 2000an, kehadirannya juga sangat membantu dalam menyampaikan pesan, baik itu pesan moral,dakwah dan juga politik, kecanggihan media sosial juga terjangkau sehingga setiap kalangan bisa menggunakan sebagian dari media ini contohnya seperti Facebook media yang satu ini sangat familiar di setiap kalangan termasuk orang tua ku sendiri yang usianya sudah setengah abad lebih, beliau mengguanakan akun facebook nya untuk bersapa dengan teman sekolahnya dulu, saling bertukar informasi, apalagi sekarang media sosial yang satu ini dapat di jangkau menggunakan gadget yang paling sederhana.


Menyinggung media dan politik, baru baru ini facebook di ramaikan pemberitaan seorang tokoh yang katanya menyalah artikan sebuah ayat suci Al-quran, awalnya aku sih tidak begitu perduli dengan keributan yang muncul karena aku juga bukan tipe orang yang mengamati perkembangan politik, bukannya untuk membela satu pihak atau mengatakan hal yang lainnya cuma semakin hari pemberitaan ini sepertinya semakin membesar dan menyinggung banyak pihak yang menurut aku pribadi itu bukan lah hal yang seharusnya di lakukan selogan "BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH". Di beberapa postingan juga sering terlihat beberapa kalimat amarah, mengusir dan menggolongkan "kafir" pada suatu kaum. Yang di jadikan pertanyaanya sekarang "apa itu kafir? siapa si kafir itu, seperti apa sifat kafir?" apa orang orang yang di luar dari Islam, yang tidak menyembah Allah, atau yang tidak percaya adanya tuhan. 

Yang aku tau, setiap agama mengajarkan kebaikan, perdamaian, toleransi dan saling mengingatkan antar sesama manusia, disini saya mencoba menjelaskan sekali lagi SETIAP AGAMA MENGAJARKAN UNTUK SALING MENGINGATKAN ANTAR SESAMA MANUSIA. Sebagai seorang yang memeluk agama Islam dan mempercayai agama Islam saya juga tidak suka kalau kitab suci yang sebagai pedoman hidup di salah artikan seperti itu, hanya saja jika di ulang lagi apa yang beliau ucapakan adalah mempunyai tujuan yang benar, hanya saja kalimat, cara dan nada dia yang salah, kalau kita bisa kembali ke sejarah merdekanya Indonesia bukan di karenakan satu agama, tetapi karena bersatunya niat dari banyak suku, ras, dan agama untuk merdeka. Mungkin negara ini harus belajar lagi tentang toleransi dan juga adab antar sesama, mengingat negara ini adalah negara demokrasi, apakah urusan agama itu memang seharusnya urusan pribadi saja? atau apa?.
Aku rasa di sini lah sifat saling mengingatkan antar sesama manusia itu harus kita tunjukan, mengingat sosok beliau yang di katagorikan arogan tapi dari sisi manapun sebagai salah satu tokoh negeri dia tetap lah manusia biasa. Aku teringat beliau pernah berkata, "Sehebat apapun orang menjatuhkan saya, jika tuhan menakdirkan saya yang terpilih maka saya akan tetap terpilih" di sini aku juga bukan untuk membela beliau tapi hanya menggunakan sosial media sebagai perantara untuk menunjukkan salah satu ajaran agama Islam untuk SALING MENGINGATKAN ANTAR SESAMA MANUSIA. Untuk jangan mudah terpengaruh pada satu sumber saja, 

Kalau memang tidak mau punya pemimpin "kafir" ya tidak usah di pilih, kalau memang ada yang menyimpang tolong di arahkan, karena setiap agama mengajarkan kebaikan, perdamaian, toleransi dan saling mengingatkan antar sesama manusia. Yang dapat menyelamatkan agama mu tentu kamu juga. 

*: di sini penulis tidak memihak siapapun hanya ingin berbagi 
atas apa yang seharusnya kita luruskan, penulis juga mohon agar
di ingatkan apa bila ada penyampaian kata yang salah.