Kira-kira sudah hampir satu jam aku meratapi layar komputer yang berjarak normal di depanku, mencari ilham, ide, atau gagasan untuk aku tulis, tapi fix sudah, aku juga nggak tau mau nulis apa. Kalo kata sekarang itu 'payah bilang, lah'. Iya, tiga hari yang lalu aku kehilangan beberapa berkas penting yang sengaja aku simpan di sebuah folder yang di dalamnya ada folder folder dan folder lagi.
Dan sekarang, hm... fix sudah.
mungkin ini salah satu dilema ringan yang pernah di rasakn seorang teman saat dia ingin membuat sesuatu. Dia bercerita padaku kalau dia ingin menciptakan salah satu mahakarya dalm bentuk tulisan, ntah itu dalam bentuk artikel atau buku yang penting kesannya dia ingin menyebarkan pengetahuan, menyampaikan yang benar, dan juga saling mengingatkan tentang kebaikan. pertanyaan demi pertanyaan mulai di lontarkan kepadaku, hup... aku hanya bisa menjawab se teoritis yang aku punya saja karena menurutku belajar langsung pada praktik lebih Klop dari pada menjelaskan secara teori, salah satu dosen ku dulu pernah menerka aku sifatnya abstrak dan tidak suka akan teori, sedikit tidak setuju di bagian abstrak, maksudnya aku berantakan atau apa?. Tapi aku rasa itu bukan hal yang penting, iya kan?
aku bosan kalau di suruh membaca, tapi aku lebih suka membaca tanpa di suruh dan seperti itu juga untuk beberapa hal. Bukan sebuah keluhan, tapi terkadang formal itu membosankan.
Sepanjang ini, apa yang aku ceritakan? oh iya, aku masih dalam posisi akal kusut memikirkan bahan tulisanku yang hilang, tulisan itu tentang beberapa metode ilmiah dan teori teori sederhana dari beberapa ahli, dan itu hilang. Bingung sih mau cari apa lagi, iseng aku coba membuka salah satu akun seorang teman yang baru baru ini menyukai dunia tulisan, akun nya sudah lama ada, tapi baru baru ini aja di isi. Dan benar saja, seperti ada lampu di atas kepala ku memunculkan ide yang judul nya 'tulis apa aja'.
Jelas aku tidak mau kehilangan saat cemerlang ini, aku tuangkan apa yang aku punya, supaya fikiran kembali segar dan mood kembali terjaga.
Sehingga tanpa saya sadari tulisan ini pun menjadi empat paragraf.
Dan sekarang, hm... fix sudah.
mungkin ini salah satu dilema ringan yang pernah di rasakn seorang teman saat dia ingin membuat sesuatu. Dia bercerita padaku kalau dia ingin menciptakan salah satu mahakarya dalm bentuk tulisan, ntah itu dalam bentuk artikel atau buku yang penting kesannya dia ingin menyebarkan pengetahuan, menyampaikan yang benar, dan juga saling mengingatkan tentang kebaikan. pertanyaan demi pertanyaan mulai di lontarkan kepadaku, hup... aku hanya bisa menjawab se teoritis yang aku punya saja karena menurutku belajar langsung pada praktik lebih Klop dari pada menjelaskan secara teori, salah satu dosen ku dulu pernah menerka aku sifatnya abstrak dan tidak suka akan teori, sedikit tidak setuju di bagian abstrak, maksudnya aku berantakan atau apa?. Tapi aku rasa itu bukan hal yang penting, iya kan?
aku bosan kalau di suruh membaca, tapi aku lebih suka membaca tanpa di suruh dan seperti itu juga untuk beberapa hal. Bukan sebuah keluhan, tapi terkadang formal itu membosankan.
Sepanjang ini, apa yang aku ceritakan? oh iya, aku masih dalam posisi akal kusut memikirkan bahan tulisanku yang hilang, tulisan itu tentang beberapa metode ilmiah dan teori teori sederhana dari beberapa ahli, dan itu hilang. Bingung sih mau cari apa lagi, iseng aku coba membuka salah satu akun seorang teman yang baru baru ini menyukai dunia tulisan, akun nya sudah lama ada, tapi baru baru ini aja di isi. Dan benar saja, seperti ada lampu di atas kepala ku memunculkan ide yang judul nya 'tulis apa aja'.
Jelas aku tidak mau kehilangan saat cemerlang ini, aku tuangkan apa yang aku punya, supaya fikiran kembali segar dan mood kembali terjaga.
Sehingga tanpa saya sadari tulisan ini pun menjadi empat paragraf.

0 komentar:
Posting Komentar