Telah sempurna sudah separuh agama mu untuk mengabdi pada
cinta yang di beri sang pencipta untuk di jaga bersama.
Dear saudari ku,
sungguh betapa iri hati ini.
sungguh betapa iri hati ini.
Sekian lama kau bersedih dengan hati yang salah, menjauhkan
diri dari kerusakan kerusan yang lain. mungkin aku salah satu atau mungkin juga
satu satunya yang tau perjalanan hati mu. Kau pernah menagis di depan ku,
tertawa bahkan melamun kosong karena cinta cinta yang salah itu.
Namun kini, kau berhasil bersandar di pelabuhan hakiki itu.
Mengistirahatkan hati pada sandaran yang lebih kuat
menompang cerita mu, tawa geli itu, dan tangisan tangisan yang selalu punya
banyak arti.
![]() |
| sumber : http://1.bp.blogspot.com |
Dear saudari ku,
aku bahagia kau sudah berhasil memantapkan niat untuk menjadi wanita yang akan sempurna.
aku bahagia kau sudah berhasil memantapkan niat untuk menjadi wanita yang akan sempurna.
Pernikahan mu akan menjadi ibadah, penggugur dosa, dan
tabungan ke surga.
Bila kau sudah berbakti pada imam mu nanti, tolong jangan
lupakan aku, dan kita pada imam mu.
Dear saudari ku,
ingat lah setelah akad nanti pagi mu akan berbeda. Subuh mu sudah tak sendiri lagi, teh yang kau seduh tak satu cangkir lagi, dan sarapan mu akan lebih manis dengan pemandangan indah bagai sang baginda rasul dan istrinya.
ingat lah setelah akad nanti pagi mu akan berbeda. Subuh mu sudah tak sendiri lagi, teh yang kau seduh tak satu cangkir lagi, dan sarapan mu akan lebih manis dengan pemandangan indah bagai sang baginda rasul dan istrinya.
Jangan nakal ya, biar pun manja mu nanti akan semakin
menjadi indah di sebelah imam mu.
Pula nanti akan ada teman kecil di antara kalian yang
menjadikan rumah tangga akan indah dengan tangisan. Kau adalah panutannya.
Dear saudari ku.
saat ku tulis kata kata ini.
saat ku tulis kata kata ini.
Aku kembali teringat pertemuan kita, pertemuan di jalan
cerita buatan sang pencipta, hingga kau perlahan membantuku menuju hijrah.
Memantapkan ku untuk menempatkan hati.
Pasti indah sekali pendekatan menuju halal itu ya...
Doakan aku di hari indah mu nanti yaa...
Maaf aku tak ikut serta di
hari bahagia itu, sungguh aku rindu.
Tapi rindu ini nikmat, iyakan...
Baarakallahu laka wa
baaraka 'alaika wa jama'a baynakumaa fii khair



0 komentar:
Posting Komentar