Suka update status di sosial media, memosting peristiwa penting atau berharga saat itu. Atau pernah menyindir sesuatu melalui salah satu postingan update kamu.
Bahas tentang update status dan sindiran niih, sebenarnya kedua hal itu sangat berkaitan erat. Karena bukan hanya sekedar membuat kamu jadi terlihat seperti yang terdepan, secara tidak langsung kamu juga sudah membantu orang lain melalui status yang kamu posting kan di sosial media. Namun, tak sedikit fungsi dari sosial media ini di persalah gunakan, seperti pornografi secara audio maupun visual, ada juga statment2 yang tadinya hanya niat untuk memotivasi malah berujung menjadi sindiran dam sentilan yang harus di selesaikan secara hukum.
Mungkin kita masih ingat beberapa kasus di antaranya tentang selebritis tanah air yang di sindir karena busana yang dia kenakan di cap seperti wanita penghibur dan harus di selesaikan secara hukum, tersangka hanya dari kalangan masyarakat biasa yang mengaku kalau itu adalah unsur ketidak sengajaan. Dan beberapa tahun yang lalu saat Presiden Joko Widodo memasuki era kepemimpinannya sebagai presiden yang di sindir oleh pelajar SMP melalui akun Facebook nya, yang di kenakan pasal berlapis dan akhirnya mendapatkan perhatian khusus dari KPAI.
Menyikapi hal ini, yang menjadi pertanyaannya untuk apa sih update status? Kalau ujung ujungnya ada yang tak enak hati. Dalam sehari ada berapa kali update di sosial media? Ada berapa keluhan atau nasehat setatus yang di tumpahkan. Sudah berapa lama update status? Mungkin niih kalau di hitung2 dalam sehari kita bisa buat lebih dari satu artikel, masalahnya begitu di ajak menulis banyak yang tak minat.
Menulis dan update status perbedaannya hanya ada di jumlah kalimatnya saja, sifatnya tidak menyindir, dan lebih berkelas. Tulis lah apa yang ingin kamu tulis, tidak harus bagus selayaknya maestro atau penulis terkenal lainnya, karena dengan menulis berfikir pun akan lebih sehat, dan meningkatkan daya ingat lho...
Update status di sosial media yang biasanya bersifat menyindir tentu tidak seefektif yang kita kira karena "di sosial media, yang di sindir satu yang merasa seribu" naaaaah......
Beda halnya kalau kamu menulis argumen kamu di akun tulis kamu sendiri, selain bisa menjadi cerita, bisa juga menjadi inspirasi serta sentilan sehat untuk banyak orang. Kalau kamu lebih giat lagi akun tulis kamu juga bisa menjadi sumber income yang sangat menjanji kan lho....
Menulis lah, karena itu lebih sehat dari oretan "UPDATE STATUS".
Semangat menulis......
*Nr
Bahas tentang update status dan sindiran niih, sebenarnya kedua hal itu sangat berkaitan erat. Karena bukan hanya sekedar membuat kamu jadi terlihat seperti yang terdepan, secara tidak langsung kamu juga sudah membantu orang lain melalui status yang kamu posting kan di sosial media. Namun, tak sedikit fungsi dari sosial media ini di persalah gunakan, seperti pornografi secara audio maupun visual, ada juga statment2 yang tadinya hanya niat untuk memotivasi malah berujung menjadi sindiran dam sentilan yang harus di selesaikan secara hukum.
Mungkin kita masih ingat beberapa kasus di antaranya tentang selebritis tanah air yang di sindir karena busana yang dia kenakan di cap seperti wanita penghibur dan harus di selesaikan secara hukum, tersangka hanya dari kalangan masyarakat biasa yang mengaku kalau itu adalah unsur ketidak sengajaan. Dan beberapa tahun yang lalu saat Presiden Joko Widodo memasuki era kepemimpinannya sebagai presiden yang di sindir oleh pelajar SMP melalui akun Facebook nya, yang di kenakan pasal berlapis dan akhirnya mendapatkan perhatian khusus dari KPAI.
Menyikapi hal ini, yang menjadi pertanyaannya untuk apa sih update status? Kalau ujung ujungnya ada yang tak enak hati. Dalam sehari ada berapa kali update di sosial media? Ada berapa keluhan atau nasehat setatus yang di tumpahkan. Sudah berapa lama update status? Mungkin niih kalau di hitung2 dalam sehari kita bisa buat lebih dari satu artikel, masalahnya begitu di ajak menulis banyak yang tak minat.
Menulis dan update status perbedaannya hanya ada di jumlah kalimatnya saja, sifatnya tidak menyindir, dan lebih berkelas. Tulis lah apa yang ingin kamu tulis, tidak harus bagus selayaknya maestro atau penulis terkenal lainnya, karena dengan menulis berfikir pun akan lebih sehat, dan meningkatkan daya ingat lho...
Update status di sosial media yang biasanya bersifat menyindir tentu tidak seefektif yang kita kira karena "di sosial media, yang di sindir satu yang merasa seribu" naaaaah......
Beda halnya kalau kamu menulis argumen kamu di akun tulis kamu sendiri, selain bisa menjadi cerita, bisa juga menjadi inspirasi serta sentilan sehat untuk banyak orang. Kalau kamu lebih giat lagi akun tulis kamu juga bisa menjadi sumber income yang sangat menjanji kan lho....
Menulis lah, karena itu lebih sehat dari oretan "UPDATE STATUS".
Semangat menulis......
*Nr

0 komentar:
Posting Komentar