Selasa, 09 Mei 2017

surat "cinta" untuk RaSa







 DEAR SAUDARI KU



Selamat menjalankan sunnah yang indah untuk sepasang anak adam dan hawa.
Telah sempurna sudah separuh agama mu untuk mengabdi pada cinta yang di beri sang pencipta untuk di jaga bersama.


Dear saudari ku,
sungguh betapa iri hati ini.
Sekian lama kau bersedih dengan hati yang salah, menjauhkan diri dari kerusakan kerusan yang lain. mungkin aku salah satu atau mungkin juga satu satunya yang tau perjalanan hati mu. Kau pernah menagis di depan ku, tertawa bahkan melamun kosong karena cinta cinta yang salah itu.
Namun kini, kau berhasil bersandar di pelabuhan hakiki itu.
Mengistirahatkan hati pada sandaran yang lebih kuat menompang cerita mu, tawa geli itu, dan tangisan tangisan yang selalu punya banyak arti.



sumber : http://1.bp.blogspot.com
Dear saudari ku,
aku bahagia kau sudah berhasil memantapkan niat untuk menjadi wanita yang akan sempurna.
Pernikahan mu akan menjadi ibadah, penggugur dosa, dan tabungan ke surga.
Bila kau sudah berbakti pada imam mu nanti, tolong jangan lupakan aku, dan kita pada imam mu.


Dear saudari ku,
ingat lah setelah akad nanti pagi mu akan berbeda. Subuh mu sudah tak sendiri lagi, teh yang kau seduh tak satu cangkir lagi, dan sarapan mu akan lebih manis dengan pemandangan indah bagai sang baginda rasul dan istrinya.


Jangan nakal ya, biar pun manja mu nanti akan semakin menjadi indah di sebelah imam mu.
Pula nanti akan ada teman kecil di antara kalian yang menjadikan rumah tangga akan indah dengan tangisan. Kau adalah panutannya.


Dear saudari ku.
saat ku tulis kata kata ini.
Aku kembali teringat pertemuan kita, pertemuan di jalan cerita buatan sang pencipta, hingga kau perlahan membantuku menuju hijrah. Memantapkan ku untuk menempatkan hati.



Ah....
Pasti indah sekali pendekatan menuju halal itu ya...
Doakan aku di hari indah mu nanti yaa...
Maaf aku tak ikut serta di  hari bahagia itu, sungguh aku rindu.
Tapi rindu ini nikmat, iyakan...
Baarakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a baynakumaa fii khair

Selasa, 28 Maret 2017

Cerita "Hibernasi" nya Blogger


Aku gak tau mau nulis apa, soalnya udah lama nggak nulis, terakhir nulis kalau nggak salah bualan desember 2016 lalu tentang perjalanan awal aku hijrah. Di postingan itu banyak banget yang komen positif dan buat hijrah ku makin mantap "InsyaAllah".

Sebelum tentang awal perjalanan Hijrah, aku nulis yang isinya mewakili perasaan seorang hamba Allah tentang perasaan kasmarannya dengan "ehem...ehem" komentarnya nggak banyak siih, tapi banyak yang repost di akunnya masing masing dengan kata lain BAPER *eh.


Nah, mumpung kali ini baru nulis lagi setelah hibernasi nikmati yang ada aja dulu yaa... hitung hitung pemanasan *kompor kali aah

Kalau di tanya kenapa hibernasi, itu karena sekarang lagi fokus bangun bisnis lagi, setelah usaha yang dulu gagal. iya, ini bisnis ke empat setelah ketiga, kedua, dan pertama *masasiih -_- . yaa apapun itu doain aja yaa moga usahanya yang kali ini berkah, biar bisa nabung buat bantu calon suami cari dana untuk nikah *hehe...


Omongin tentang nikah, udah berapa undangan nikah yang mampir ke rumah dari awal januari kemarin, udah ada selusin? boleh juga tuuh di kiloin bawa ke loak ^^~

Bisa di bilang tahun ini aku jadi "pemburu akad" di tiap undangan, kayak di awal Januari kemarin, lumayan ngenes karena di langkahi adek nikah muda, selang seminggu setelahnya ada temen tiba tiba ngechat ngundang nikahan, yaah untung lokasinya jauh pake nyebrang pulau insyaallah doanya sampe ya sob. di bulan kedua jadi panitia dadakan di nikahannya temen abang dan lagi lagi berburu akad, bawaannya pengen aja gitu. *awas aneh mikir kelen, belum bahas yang lain lho ini. dan bentar lagi salah satu sahabat juga bakalan sold out dengan lelaki pilihan Allah, *enaklaa wisuda nanti nggak foto sendiri kaamuuuhh...


Bawaanya suka bahagia level 30 nya bon cabe tiap ada temen satu persatu mulai sold out , semoga kalian menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah Wadakwah. aamiin.


oke kita kembali ke topik tentang hibernasi.

awal mula aku menulis di blog karena tugas perdana dari ibu dekan yang memang seorang penulis dan bukunya udah ada di mana mana, beliau juga sering di minta kolaborasi untuk menulis jurnal ilmiah, jadi udah paham layaah karakter tulisan si ibu dekan gimana. setelah satu semester berlalu dengan tulisan di blog, jadinya malah kecanduan, bukan kecanduan nulis tapi kecanduan main HTML yang bahasa bahasa planet itu, di semester tiga ketemu lagi sama matakuliah jurnalis dan investigasi yang mau nggak mau harus nulis berita terus minimal tiga berita dalam sehari *capeklhoo itu weeee...


sekarang ngeblog udah jadi sampingan pengisi kekeringan dompet yang aduhai, awalnya nggak berani buka jasa bikin bikin blog gini, yang  bikin berani karena ada beberapa teman di kampus minta di buatin untuk nyimpan materi kuliah katany, dengan bayaran terimakasih. Enjoy deh.

Nah, sekarang lagi nyari fokus niih, blognya mau di bawa alur kemana, mau ganti URL nya jadi .com atau nggak, mau jadi buzzer yang baik atau nggak *eh. mau jadi papan iklan atau jadi papan informasi, atau mau di banyak banyakin untuk di jual lagi*duitnya mayan jugak soalnya.

apapun itu, jadilah pengguna media yang baik dan bijak, menyebarkan literasi, menginformasikan fakta, dan meningkatkan daya kualitas bangsa.

yuuk nulis.






Minggu, 11 Desember 2016

Hijab Syar'i. Mudah, Indah, Berkah. Why Not?!

Ketika kau memutuskan pilihan baru apa hal pertama yang akan kamu lakukan. Mencari sisi baik dan buruk nya, membayangkan apa komentar orang nanti, terlalau banyak membayangkan yang ada malah lupa. iya kan, iya laaah....
seperti aku, beberapa bulan yang lalu dengan penampilan dan cara berpakaian ku yang bisa di bilang "sembarangan" yaa sembarangan. Kemana pakai celana jeans, kemeja panjang, terkadang kaos yang di padukan dengan jaket, sepatu, dan jilbab.
Aku mulai mengenakan hijab sejak SMP itu juga karena sekolah nya berbasis agama yang serba tertutup, nama nya atribut sekolah yaa hanya di pakai di sekolah aja, begitu fikir ku dulu. Sampai pada satu kegiatan yang menyita waktu seminggu harus sekolah, hijab seperti bukan atribut sekolah lagi, tapi juga di kenakan saat bepergian jauh dri rumah. dan kebiasaan mengenakan hijab seperti itu bertahan sampai aku kuliah di semester 3. 


2015 (kanan) 2016 (kiri)
banyak kata kata orang yang ku dengar tentang hijab, apa lagi wanita muslim yang "ogah ogahan" untuk mengenakan hijab. Meskipun sekarang hijab sudah mulai berkembang fashion nya, mulai dari model bentuk sampai tutorial membentuk nya yang kadang aakhh.... aku sendiri pun geleng geleng.

ada yang bilang belum dapat hidayah, hatinya aja dulu yang di tutupi, percuma berhijab tapi tingkah nya belum benar. Terkadang yang bikin geram itu kalau ada yang bilang "buka aja jilbab nya kalau risih" astaghfirullah.
Sebenarnya aku pribadi untuk mengenakan hijab tidak begitu "ribet" amat, iya benar siih risih awal nya, tapi ala bisa karena biasa.
gambaran sederhananya begini, girls.
Mengenakan hijab itu sama kaya' lagi diet. tujuan nya WAJIB kurus.
Mengenakan hijab itu sama kaya' lagi nyalon, prosesnya duuh... panjang chiiint tapi. tujuan nya WAJIB cantik.
Mengenakan hijab itu kaya' lagi jaga asam lambung biar nggak kumat. lapar nggak lapar WAJIB makan.
yang intinya adalah hijab itu bukan kebiasaan yang wajib tapi kewajiban yang harus di biasakan.
Mungkin di sebagian orang berhijab adalah sebuah proses tapi ada alangkah lebih baik di biasakan dulu biar jadi proses. Yekan gitu....
Lalu gimana cara berhijab yang baik??

"Hai Nabi Katakanlah Kepada Istri-Istrimu,Anak-Anak Perempuanmu Dan Istri-Istri Orang Mukmin: “Hendaklah Mereka Mengulurkan Jilbabnya Ke Seluruh Tubuh Mereka”, Yang Demikian Itu Supaya Mereka Lebih Mudah Untuk Dikenal, Karena Itu Mereka Tidak Diganggu, Dan Allah Adalah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang. (QS.Al-Ahzaab:59)"

jadi, untuk berhijab tak harus tunggu hidayah Nya dulu. Sesungguh nya hijab laah yang menjaga mu dari Kesalahan, jika lagi ngumpul sama teman yang biasanya ngegosip, dengan berhijab "oh aku sedang berhijab, aku harus menjaga lisan ku". "oh, aku sedang berhijab, aku harus menjada sikap ku, dan menjaga wudhu ku" dan semua itu akan menjadi terbiasa karena sudah kita mindset kan terus menerus.

lalu apa yang harus kamu lakukan agar dapat berhijab dengan nyaman. semoga tips ini bermanfaat.

foto : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdZag3BeoIX0noRN1ZGv05B7-ckRHnnNcNX-NFMHre61nMxwz2q_K8k1UyteNLhp32FjRowBLmuxccVkbcN9sk9sh_weoMPk53G9viyuoJk-9BVhoQmPBQ8b8nagMVKwReQHzzsjzujkM/s1600/aa.jpg


1.NIAT
Setiap memulai sesuatau memang haru ada niatnya kan?
Niatkan lah kamu ingin berhijab karena Allah. Mulakan menggunakan hijab saat bepergian jauh, cara ini sangat efektif agar kamu dapat membiasakan diri dengan mengenakan hijab. Niat mu karena Allah tidak akan pernah terasa berat. justru dengan hijab kamu akan lebih terlihat cantik
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Qs. Al-A’raaf:26)

2.BERGAUL LAH DENGAN YANG BERHIJAB PULA
seperti istilah orang tua dulu "jika berteman dengan penjual parfum maka kamu akan tertular aroma parfum, jika kamu berteman dengan penjual minyah tanah maka kamu akan tertular aroma yang sama"
begitu pula dengan berhijab, dengan kamu bergaul dengan yang berhijab kamu akan mengenakan hijab pula. kan ndak lucu kalau lagi jalan bareng kamu beda sendiri.
Biarlah kesannya terlihat ikut ikutan, toh hijab juga bukan hal yang tergolong kuno, malah akan melindungi mu dari paparan sinar matahari debu (handbody akan bekerja dengan baik dan menjaga kelembaban kulit mu agar tetap sehat)

bukan cuma ikut pengajian di mesjid, kita juga bisa melakukan aktifitas yang kekinian seperti lari pagi, bersepeda, aksi sosial, bahkan nyalon.


3.MEMAKAI PAKAIAN YANG PANTAS

Tidak transparan atau tidak tembus pandang. Pakaian yang menutup seluruh aurat akan tetapi tembus pandang dan transparan juga tidak dibenarkan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Daud, bahwa ketika Asma’ saudari kandung Sayyidah Aisyah masuk ke rumah Rasulullah SAW dan memakai pakaian transparan, Rasulullah SAW berpaling dan bersabda, “Wahai Asma, jika wanita telah haid, maka tidak boleh nampak kecuali ini,” sambil beliau berisyarat kepada muka dan kedua telapak tangan. 
Tidak ketat, sehingga nampak lekukan tubuh atau bentuk tubuh. Dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Muslim bahwa Abu Hurairah berkata, “Rasulullah SAW bersabda, Ada dua kelompok penghuni neraka yang aku tidak akan melihat keduannya, yaitu satu kaum yang membawa cameti seperti ekor sapi yang memukuli orang-orang, dan perempuan-perempuan berpakaian, akan tetapi hakikatnya mereka telanjang. Mereka jauh dari ketaatan kepada Allah, dan selalu melakukan perbuatan tercela padahal mereka mengetahuinya. Kepala-kepala mereka seperti punggung unta yang tinggi dan miring. Mereka tidak akan masuk surga, juga tidak akan mencium bau surga. Padahal wangi surga itu dapat dicium dari jarak perjalanan yang menghabiskan waktu segini dan segini (maksudnya yang sangat jauh),” (HR. Muslim).

(sedikit tips: kenakan pakaian ketat seperti laging di lapisan dalam untuk menjaga suhu tubuh agar tetap dingin, setelah itu kenakan rok spiral panjang berwarna gelap)

4.HINDARI HIJAB YANG MENYUSAHKAN PENAMPILAN
Setelah beres dengan pakaian, sekarang kita menyesuaikan hijab nya. Hindari hijab yang tipis atau pun berwarna terlalu terang karena dapat mengganggu penampilan.
kalau jilbab yang kamu punya tipis , kamu bisa melapisnya dengan ukuran yang sama di bagian dalam dengan warna hitam atau putih polos.
Biarkan hijab mu terurai memanjang menutupi ada dan punggung mu, kalau di rasa sulit kenakan lah hijab instan yang lebih sederhana dan panjangnya juga menutupi puggung dan dada mu.

Jadi ukhty, kalau untuk berhijrah itu di rasa sulit coba ubah untuk menjadi tidak sulit, Istiqomah itu memang banyak usahanya kalau ndak ada usahanya nama nya istirahat.
kalau ada yang bilang "cari perhatian" itu artinya kita berhasil jadi salah satu pusat perhatian yeees.... 
☺

"tutuplah aurat agar ayah selamat dari api neraka" 

Jumat, 25 November 2016

Media Relasi Humas Pada Kalangan Pejabat, Politisi, Pengusaha, Selebritas, dan Praktisi PR

STRATEGI MEDIA RELATION
Abstrak
Dalam berbagai hal, strategi komunikasi kehumasan berbeda dengan pemasaran atau iklan. Bila pemasaran atau iklan berfokus pada penjualan produk, maka humas melakukan stategi komunikasi untuk meraih citra positif melalui dukungan yang maksimaldari seluruh komponen stakeholders. Humas harus menjaga agar semua stakeholders  ikut berperan dan memeberikan dukungan yang maksimal kepada organisasi. Menjalin hubungan dan citra positif merupakan orientasi utama komunikasi kehumasan.





















BAB I
PENDAHULUAN
Di era sekarang hampi rsemua pihak memepunyai kepentingan dengan arus informasi di media massa. Hampir semua pihak membutuhkan publikasi media. Pejabat, politisi, pebisnis, selebritas, aktivis bahkan akademisi sama-sama membutuhkan publisitas  dan menjadika ruang media sebagai aluran komunikasi yang utama. Hal ini di karenakan semakin klama peranan pers semakin menentukan bagi persolan-persoalan publik di berbagai bidang. Todak ada dinamika sosial politik yang luput dari perhatian pers, dan tidak ada masalah yang tidak dibicarakan melalui ruang publik media. Semakin hari semakin terbukti, wacan ayang di bangun media sangat efektif untuk memepengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah,keputusan politik DPR, ketegasan penegak hukum, kecendrungan pasar, serta arah opini masyarakat.
Persoalannya, setiap hari media menghadapi banyak informasi, isu, kasus, dan permasalahan publik. Tidak hanya satu-dua pihak saja yang ingin di beritakan media saban hari, tetapi belasan, bahkan puluhan pihak. Secara agak hiperbolis Bill Kovach pernah menyatakan, permasalahn media massa hari ini bukan lagi kekurangan informasi atau data, tetapi justru informasi dan data yang terlalu melimpah. Diera media sosial sekarang ini, kesulitan media bukan lagi mencari informasi, tetapi menyaring informasi yang hendak di beritakan kepada khalayak. Maka jika ada pajabat publik atau politisi  ingin di beritakan media, yang pertaa-tama harus di sdarai bahwa mereka bukan satu satunya subjek atau sunber berita yang di hadapi media media hari itu. Jika suatu peristiwa, katkanlah konferensi pers, tidak di beritaka media, masalahnya sangat mungkin karena konferensi pers itu bujan satu-satunya peristiwa publik yang terjadi hari itu . Dalam pandangan redaksi, ada peristiwa lain yang lebih penting, menarik atau bernilai untuk di beritakan.
Sumber berita dalam pemahaman menulis adalah pihak-pihak yang di wawancarai oleh media dan kemudian di kuip dalam pemberitaan. Sementara subjek berita adalah orang-orang yang di beritakan. Sering kali subjek berita sekaligus merupakan sumber berita karena orang-orang yang di beritakan juga di wawancrai dan di kutip dalam berita yang sama. Namun bisa juga subjek berita bukan sumber berita karena media memeberitakan suatu media karena mewawancarai dan mengutip pihak lain.




BAB II
TEORI PEMBAHASAN
Ketika media memberitaka dugaan keterlibatan Anas Urbaningrum dalam kasus Hambalang dengan mengutip sumber berita tunggal, yakni juru bicara KPK. Dalam kasus seperti ini, Anas Urbaningrum adalah subjek berita yang bukan sumber berita, sebaliknya juru bicara KPK adalah  sumber berita yang bukan subjek berita. Jika misalnya dalam berita itu media juga mengutip penyataan Anas di samping mengutip pernyataan juru bicara KPK, maka ada dua sumber berita dalam berita itu: Anas dan juru bicara KPK. Anas berposisis sebagai subjek berita maupun sumber berita.
Media massa satu bersaing dengan media massa lainuntuk meraih perhatian publik. Di sisi lain, sumber berita atau subjek berita juga bersaing dengan sumber berita atau subjek berita lain guna meraih perhatian media. Suatu peristiwa bersaing pula dengan peristiwa lain untuk mendapatkan pemberitaan media. Dalam konteks ini, muncul kebutuhan akan kreativitas atau strategi untuk memperoleh perhatian media. Memang, tanpa strategi atau kreativitas pun, seorang pejabat publik atau sebuah peristiwa kadang mendapatkan pemberitaan media, bahkan menjadi headline. Namun ini terjadi karena momentumyang pas atau karena faktor keberuntungan. Misalnya pada hari itu pers memang sedang sepi berita, tidak ada peristiwa-peristiwa publik yang penting, sehingga peristiwa yang biasa-biasa pun di beritakan media, seorang sumber berita yang tidak melakukan hal-hal istimewa pun di wawancarai media. Persoalannya, keberuntungan dan momentum hampir pasti tidak terjadi setiap hari. Perbincanagan tentang strategi untuk memperoleh pemberitaan media tak mungkin dapat di lepas dari pemahaman tentang segi-segi kehidupan pers dan mekanisme kerja redaksi media. Pada titik ini kita perlu tau terlebih dahulu membahas satu fakta.
Pada intinya, pemberitaan media akan lebih mudah didapatkan jika kita memahami beban kerja dan kesulitan-kesulitan redaksi, lalu kita mencoba merumuskan kiat-kiat untuk membantu meringankan beban dan kesulitan itu. Sumber dan subjek berita harus berempati kepada problem-problem yang di hadapi redaksi, sjauh ini tidak melanggar prinsip-prinsip profesionalisme media.





BAB III
KESIMPULAN
Media massa adalah satu satu nya yang sangat di butuhkan saat ini untuk menunjang nilai popularitas atau pun naiknya sebuah nama, baik itu dalam organisasi seperti komunitas dan perusahaan, politisi, hingga akademi. 
Sedangkan untuk menunjang sebuah nama, khususnya instansi peran ini sangat di pegang penuh oleh devisi Humas tentu karena tugas humas sendiri untuk menjaga nama baik atau pun citra dari sebuah perusahaan agar dapat di terima di lingkungan publik atau yang lebih di kenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Wartawan menjalankan kepentingan publik melalui organisasi media tempat ia bekerja dan humas mendukung kepentingan publik melalui organisasi atau perusahaan tempat mereka bekerja.
Untuk berprofesi di bidang Relation mau pun media hal utama yang di butuhkan adalah kreativitas. Kreatif dalam mengemas isu, berita peristiwa, seminar, konferensi pers dll. guna untuk menaikkan citra dan juga berita yang efektif dan menarik. Hal ini berlaku juga untuk pengambilan gambar dengan latar belakang dan hasil gambar yang dapat menceritakan hal yang terjadi di tempat kejadian. Memiliki jaringan kontak dengan komunitas pers juga menjadi hal yg penting untuk menyebarkan pesan yg pernyataan publik, press release, undangn konferensi pers, diskusi, atau seminar. tujuannya untuk menghemat waktu dan tenaga kalau - kalau akan di adakan agenda sehingga tidak perlu lagi untuk menginformasikan melalui surat di jauh jauh hari.
Bahkan jika sudah terhubung secara virtual, bisa jadi seorang praktisi atau humas tidak perlu selalu menyelenggarakn konferensi pers karena wartawan tidak akan segan meminta pendapat sumber berita yg sudah di kenal jika ada peristiwa yg relevan, bahkn sering juga interaksi seperti itu di kirim melalui aplikasi chating, dan apabila mempunyai masalah dengan media pers ataupun wartawan, masalah dapat segera di selesaikn jika sumber atau subjek berita mempunyai jaringn di komunikasi selain itu verifikasi berita dan hak jawab lebih mudah di upayakan, KEJ dpt segera di cegah jika sumber atau subjek berita dapat menjaga hubungan baik. konsekuensinya, jaringn ke komunitas pers harus tetap selalu di update dan di perluas setiap hari.
untuk memperoleh pemberitaan yang baik pula seorang wartawan harus dapat menyikapi waktu sebaik mungkin karena dalam sehari sering mendapatkan tugas untuk menulis lebih dari dua berita yang menjadikan seorang wartawan harus menghadiri banyak kegiatan seperti seminar konferensi pers, dan diskusi publik. hal yang harus di perhatikan di sini adalah narasumber yang komunikatif, mengemas berita menjadi informasi yang singkat dan padat serta dapat di terima masyarakat. 
dalam menulis sebuah berita tidak harus menggunakan bahasa ilmiah ataupun teoritis karena itu dapat mempersulit pesan yang di sampaikan untuk di serap masyarakat maupun penulis berita itu sendiri, kebanyakan para pengamat ataupun akademisi berpikir untuk menghadapi wartawan harus menggunakan bahasa ilmiah dan berbobot padahal itu tidak terlalu penting.
Wartawan adalah sekelompok orang yang hampir bekerja sepanjang waktu, apalagi pada hari sabtu-minggu mereka juga harus memburu berita dari narasumber yang di anggap memang sangat penting untuk isi berita mereka. Sebagai "narasumber idola" wartawan, anda jangan terlalu mengkhawatir kan apa bila privasi anda terganggu, karena sebagai narasumber pun anda memang benar benar mempunyai privasi tersendiri, meskipun wartawan sering menyinggung pertanyaan hal itu anda juga berhak untuk menyampaikan hal yang memang menurut anda sangat private untuk anda sendiri.
Menjadi humas dan wartawan yang sama sama membutuhkan bantuan media juga harus melek tekhnologi agar membatu menyebar dan menerima berita lebih mudah, jadi bukan hanya software nya saja melainkan hardware nya pun juga demikian untuk menunjang nilai profesionalitas dan loyalitas kita mengikuti perkembangan kecanggihan tekhnologi, hal yang harus di perhatikan adalah media sosial di jadikan juga untuk menghakimi pihak pihak tertentu.




Kamis, 03 November 2016

oh my social media II (Tentang Hukum Dan Kasus KITA)

sumber : http://blog.unnes.ac.id


Indonesia adalah negara demokrasi, Indonesia adalah negara hukum, Indonesia adalah negara dengan banyak ragam, Indonesia adalah negara yang kaya, Indonesia adalah negara yang tanah nya subur, dan Indonesia adalah negara yang selama 71 tahun hidup berdampingan.

Tapi sebagai negara hukum, banyak hukum di Indonesia ini yang masih di pertanyakan, banyak hukum yang harus di tegakkan. Namun hukum Indonesia ini juga sering terpropokasi oleh media, media yang berpihak pada satu sumber media yang berpihak pada pemilik modal. Sebagai sarana sumber informasi "terpercaya" media sering di jadikan ajuan dan sarana untuk memberitakan banyak peristiwa baik lokal dan internasional, di sini peran masyarakat bukan hanya menerima apa yang di beritakan, tapi menyaring informasi yang di beritakan.
Menurut saya pribadi, kasus kasus hukum pidana di Indonesia kebanyakan kasus yang di tiru, masyarakat yang di jatuhkan hukum pidana kebanyakan kasus yang bisa di bilang musiman.
Contoh : kasus begal, akhir tahun 2013 kasus pembegalan terjadi marak di daerah ibu kota, pembegalan di lakukan sekelompok orang bermotor yang merampas barang bahkan membunuh korban langsung di tempat, tak lama setelah itu kasus ini marak terjadi hampir di seluruh bagian Indonesia setelah media menaikkan berita kasus ini bahkan rekonstruksi adegan nya pun juga di publis, di sini masyarakat yang kurang mengerti perannya sabagai komunikan atau yang menerima informasi itu mereka dapat dengan mudah mempelajari hal itu. Gelap mata, ya bisa di bilang seperti itu. Bahkan banyak lagi kasus hukum pidana yang menjadi kasus musiman, pencabulan anak di bawah umur, penculikan, prostitusi, bullying, perampokan,pembunuhan, transaksi gelap, pemalsuan, korupsi, penistaan agama, kecurangan politik dan banyak lagi.
Yang saya heran kan di sini, kenapa media lebih sering memberitakan yang seperti itu di bandingkan sisi manfaat positif di Indonesia. apa karena pemberitaan itu lebih laris?? dan kenapa masyarakat hanya sedikit meniru dan menerima informasi yang banyak mengandung inspirasi.

contoh lagi kasus yang lagi panas sekarang tentang salah satu tokoh Indonesia yang bisa di bilang bukan mencerminkan tokoh Indonesia yang baik dan mengerti aturan hukum di Indonesia.
Ini bukan tentang politik atau keberpihakan pada satu pihak, tapi ini tentang hukum Indonesia yang benar harus di sama ratakan tanpa melihat status sosial dan ini tentang agama yang hidup di negara hukum. Seperti yang saya bilang di awal tadi Indonesia ini kasus nya itu MUSIMAN. Masa iya, karena pemberitaan tentang penistaan agama yang nggak di hukum sepantasnya dengan undang-undang di Indonesia akan ada kasus penistaan2 agama lainnya di INDONESIA ini, kan nggak lucu. kalau ada yang menyimpulkan ini untuk kepentingan polotik atau kepentingan pribadi berarti dia SALAH dan belum mengerti kasus hukum Indonesia yg sifatnya musiman. emang udah siap agamanya di "kata-katain". Di sini laa toleransi itu di pertanyakan, di mana dia?. Hukum itu mau di kemanakan? Undang- undang itu mau di tegaskan atau tidak?.

Aku Muslim. Islam itu damai, dan tegas, mencari dan membela yang benar dan setiap ajaran pun juga mengajarkan hal yang sama.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Ali Imran: 104)

Sahabat pembaca, hari ini 4 November 2016 umat Islam Indonesia menyuarakan Bela Quran, semoga setelah hari ini akan banyak lagi umat Islam yang bukan hanya membela, tetapi juga menyuarakan Al-Quran. Semakin banyak toleransi antar umat beragama, dan penegakan hukum yang adil di tanah pertiwi kita. 


ALLAHUAKBAR!!!

B A H A G I A



Bahagia, mungkin sangat bahagia dari apa yang sudah Allah beri melalui banyak perantara untuk ku, apa yang aku rasakan, nikmat yang bisa aku cicip, tempat yang bisa aku datangi dan berpijak disana, bahkan langit yang sejuk meruntuhkan lelah ku.

Bahagia, Tak henti "Alhamdulillah" untuk mendapatkan yang lebih dari yang kau rasakan sekarang, itu pesan yang pernah kudapat saat mengikuti salah satu kegiatan inovatif di kotaku ini.

Bahagia. Atas dari buah kesabaran dan tak putus berharap Allah memberikan janjinya bagi hambanya yang sungguh sungguh meminta kepada Nya.

https://67.media.tumblr.com/tumblr_m9scpxs70V1qapk2qo1_500.jpg

Bahagia. Berada di anatara orang orang yang selalu menegurku, berada di antara orang orang yang mau mengajarkan ku banyak hal, di antara orang orang yang mengharuskan ku untuk jadi lebih baik dari mereka, berada di antara orang orang yang mengingatkan ku rasa berterimakasih, berbagi, dan melengkapi.

Bahagia. Banyak mata yang menyaksikan ku di depan dan di belakang layar, banyak ajuan dan ajakn baik untuk ku tetap terus bergerak ke banyak tempat, untuk orang banyak dan untuk Ku.

Bahagia. Satu per satu harapan itu perlahan datang, mana yang baik dan buruk selalu Allah tunjukan.

Bahagia. Mengemban amanah baru, yang menurut ku bukan siap atau tidak tapi mau atau tidak sama sekali, ini tidak berat hanya menantang badan kecil ini untuk tidak mengenal MALAS.

Bahagia. Menempatkan perasaan ini, selalu di selipkan di antara do'a fajar dan sepertiga malam.

"Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Minggu, 16 Oktober 2016

Oh My Social Media

Di Indonesia soial media di kenal pada awal tahun 2000an, kehadirannya juga sangat membantu dalam menyampaikan pesan, baik itu pesan moral,dakwah dan juga politik, kecanggihan media sosial juga terjangkau sehingga setiap kalangan bisa menggunakan sebagian dari media ini contohnya seperti Facebook media yang satu ini sangat familiar di setiap kalangan termasuk orang tua ku sendiri yang usianya sudah setengah abad lebih, beliau mengguanakan akun facebook nya untuk bersapa dengan teman sekolahnya dulu, saling bertukar informasi, apalagi sekarang media sosial yang satu ini dapat di jangkau menggunakan gadget yang paling sederhana.


Menyinggung media dan politik, baru baru ini facebook di ramaikan pemberitaan seorang tokoh yang katanya menyalah artikan sebuah ayat suci Al-quran, awalnya aku sih tidak begitu perduli dengan keributan yang muncul karena aku juga bukan tipe orang yang mengamati perkembangan politik, bukannya untuk membela satu pihak atau mengatakan hal yang lainnya cuma semakin hari pemberitaan ini sepertinya semakin membesar dan menyinggung banyak pihak yang menurut aku pribadi itu bukan lah hal yang seharusnya di lakukan selogan "BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH". Di beberapa postingan juga sering terlihat beberapa kalimat amarah, mengusir dan menggolongkan "kafir" pada suatu kaum. Yang di jadikan pertanyaanya sekarang "apa itu kafir? siapa si kafir itu, seperti apa sifat kafir?" apa orang orang yang di luar dari Islam, yang tidak menyembah Allah, atau yang tidak percaya adanya tuhan. 

Yang aku tau, setiap agama mengajarkan kebaikan, perdamaian, toleransi dan saling mengingatkan antar sesama manusia, disini saya mencoba menjelaskan sekali lagi SETIAP AGAMA MENGAJARKAN UNTUK SALING MENGINGATKAN ANTAR SESAMA MANUSIA. Sebagai seorang yang memeluk agama Islam dan mempercayai agama Islam saya juga tidak suka kalau kitab suci yang sebagai pedoman hidup di salah artikan seperti itu, hanya saja jika di ulang lagi apa yang beliau ucapakan adalah mempunyai tujuan yang benar, hanya saja kalimat, cara dan nada dia yang salah, kalau kita bisa kembali ke sejarah merdekanya Indonesia bukan di karenakan satu agama, tetapi karena bersatunya niat dari banyak suku, ras, dan agama untuk merdeka. Mungkin negara ini harus belajar lagi tentang toleransi dan juga adab antar sesama, mengingat negara ini adalah negara demokrasi, apakah urusan agama itu memang seharusnya urusan pribadi saja? atau apa?.
Aku rasa di sini lah sifat saling mengingatkan antar sesama manusia itu harus kita tunjukan, mengingat sosok beliau yang di katagorikan arogan tapi dari sisi manapun sebagai salah satu tokoh negeri dia tetap lah manusia biasa. Aku teringat beliau pernah berkata, "Sehebat apapun orang menjatuhkan saya, jika tuhan menakdirkan saya yang terpilih maka saya akan tetap terpilih" di sini aku juga bukan untuk membela beliau tapi hanya menggunakan sosial media sebagai perantara untuk menunjukkan salah satu ajaran agama Islam untuk SALING MENGINGATKAN ANTAR SESAMA MANUSIA. Untuk jangan mudah terpengaruh pada satu sumber saja, 

Kalau memang tidak mau punya pemimpin "kafir" ya tidak usah di pilih, kalau memang ada yang menyimpang tolong di arahkan, karena setiap agama mengajarkan kebaikan, perdamaian, toleransi dan saling mengingatkan antar sesama manusia. Yang dapat menyelamatkan agama mu tentu kamu juga. 

*: di sini penulis tidak memihak siapapun hanya ingin berbagi 
atas apa yang seharusnya kita luruskan, penulis juga mohon agar
di ingatkan apa bila ada penyampaian kata yang salah.